Senin, 29 Oktober 2012

Mesin Injeksi Langsung vs Multi-Point(bagian 1)

Info Pemesanan : 085246021220 / (0542)-7189440


Mesin injeksi langsung dan tidak langsung (multi-point injection; MPI)
KompasOtomotif – Kendati fisiknya sama, namun cara kerja mesin bensin dengan sistem injeksi langsung (direct injection; DI) dengan multi-point injection (MPI) atau ada juga menyebutnya multi-point fuel injection (MPFI) sangat berbeda. Kendati sering disebut MPI, namun sistem tersebut sebenarnya adalah injeksi tidak langsung, kebalikan dari dari DI.
Pada sistem DI, bahan bakar atau bensin diinjeksikan langsung ke dalam silinder atau ruang bakar, sama dengan cara menyemprotkan bahan bakar pada mesin diesel. Sedangkan pada sistem injeksi tidak langsung atau populer dengan sebutan MPI, bensin tidak langsung disemprotkan ke ruang bakar atau silinder, tetapi ke lubang isap (intake) di depan katup isap.

MPI
Sebenarnya MPI merupakan generasi kedua dari sistem injeksi. Sebelumnya, injektor dipasang pada katup gas atau throttle gas, seperti karburator yang disebut juga single point injection.

Mesin HR15DE, sistem MPI

Sistem injeksi bensin bekerja dengan kontrol elektronik atau komputer. Khususnya untuk mengatur kerja injektor (jumlah dan waktu bahan bakar disemprotkan) dan sistem pengapian, saat buka-tutup katup (bisa diatur seperti CTVC pada Nissan).
Teknologi MPI masih banyak digunakan saat ini karena harganya  lebih murah dibandingkan DI. Percampuran bensin dengan udara, selain berlangsung dalam silinder, juga menjelang masuk ke ruang bakar, khusus di menjelang langkah isap.
Karena bensin disemprotkan ke katup isap, sebagian bahan bakar tidak masuk ke ruang  bakar. Akibatnya efisiensi kerja mesin lebih rendah dan emisi yang ditimbulkan lebih tinggi dibandingkan DI. Di samping itu, karena bensin disemprotkan ke katup isap, kemungkinan terbentuknya deposit dari bahan bakar yang belum terbakar lebih tinggi. Artinya, kemungkina katup kotor lebih cepat.
Injeksi Ganda
Pada beberapa mesin, digunakan dua injeksi, khusus pada mesin yang menggunakan dua katup isap. Tujuan agar pembentukan kabut bahan bakar semakin lebih baik. Inilah yang dilakukan Nissan pada HR15DE untuk Juke di Inonesia, selain Dual Continuously Variable valve Timing Control (CVTC) juga injeksi ganda.

Sistem injeksi dengan injektor ganda

Tujuan menggunakan injektor ganda, memperkecil tetesan bahan bakarya sehingga pembakaran berlangsung lancar dan stabil. Sedangkan dual CVTC, berarti waktu buka-tutup katup juga bisa diubah sesuai dengan beban kerja mesin. Dengan cara ini, efisiensi kerja mesin lebih baik karena mengurangi kerugian pemompaan.
Kombinasi injektor ganda dan dual CVTC membuat konsumsi bahan bakar  lebih irit 4 persen dibandingkan hanya satu CVTC dan injektor.
Waktu penyemprotan bensin pada MPI juga berbeda-beda. Ada yang disebut simultaneous injection atau semprotan dilakukan secara bersamaan pada semua injektor tanpa pemtimbangkan proses kerja setiap silinder. Namun yang umum diterapkan sekarang adalah yang disebut sekuensial atau berurutan. Waktu penyemprotan oleh injektor berbeda-beda! Umumya menjelang langkah isap.

Sistem injeksi
Injektor terdiri dari nosel dengan lubang-lubang kecil dan jarum serta serta solenoid. Komponen yang disebut terakhir, bila diberi aliran listrik akan menjadi magnet, menarik jarum dari nosel. Pada kondisi seperti ini, bahan bakar yang diterus dipompa sehingga bertekanan, keluar dari injektor. Pada mesin dengan sistem MPI, tekanan bahan bakar pada rel (railnya) sekitar 40–60 psi. Kerja solenoid (injektor) diatur oleh komputer mesin. Sedangkan energi yang menggerakkannya diambil dari kelistrikan mesin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar